This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

PERBEDAAN BURSA BERJANGKA ITU APA?

Untuk komoditas barang konvensional, pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Demikian pula halnya dengan produk investasi, tempat bertemunya penjual dan pembeli produk investasi adalah Bursa Efek dan Bursa Berjangka. Hanya saja di pasar tradisional terjadi tatap muka secara penuh, sedangkan di pasar bursa tidak terjadi tatap muka secara langsung dan penuh.

Bursa Efek adalah tempat bertemunya para investor untuk melaksanakan transaksi pembelian dan penjualan efek sesuai tata cara dan mekanisme perdagangan yang diselenggarakan dan diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa efek memperdagangkan efek surat berharga seperti saham, obligasi, dan reksa dana.

Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana transaksi jual beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka, kontrak derivatif Syariah, dan kontrak derivatif lainnya. Dalam praktik perdagangan berjangka komoditi dikenal Pialang Berjangka yaitu badan usaha yang melakukan kegiatan transaksi jual beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka, kontrak derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif lainnya atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.


Dalam Bursa Berjangka Komoditi, pemodal hanya menyetorkan margin yang besarnya antara 3% sampai 5% dari nilai kontrak. Investasi pada Bursa Berjangka harus ditentukan terlebih dahulu di awal mengenai standar suatu kontrak berjangka meliputi jumlah, jenis, mutu, waktu dan tempat. Jadi yang dinegosiasikan selanjutnya pada saat transaksi jual beli adalah harga saja.

Bursa Berjangka memperdagangkan 2 jenis komoditi sebagai subjek kontrak berjangka yaitu komoditi keuangan dan komoditi non keuangan. Komoditi keuangan meliputi saham, obligasi, valuta asing. Sedangkan, komoditi non keuangan meliputi produk pertanian, perkebunan dan pertambangan.

Bursa Efek dan Bursa Berjangka sama-sama berbentuk badan usaha. Bursa Efek hanya ada 1 yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan, Bursa Berjangka ada 2 yaitu Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI).

Pada Bursa Efek dikenal istilah Perusahaan Sekuritas, Agen Penjual Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, dan Pialang Saham. Sedangkan, di Bursa Berjangka dikenal istilah Pialang Berjangka, Penasehat Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka.

Investor yang ingin berinvestasi di Bursa Efek bisa datang langsung ke perusahaan sekuritas atau agen penjual efek atau pialang saham. Sedangkan, di Bursa Berjangka investor bisa datang langsung ke kantor perusahaan pialang berjangka.

Pialang Berjangka yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) hingga pertengahan tahun 2020 mencapai 64 Pialang Berjangka. Tidak sedikit pula Pialang Berjangka yang dicabut ijin usahanya. (Baca juga List Pialang Berjangka Komoditi Terdaftar Bappebti di Blog ini)

Investasi di Bursa Efek dan Bursa Berjangka sama-sama investasi berisiko tinggi (High Risk High Return). Hanya saja terdapat perbedaan dari segi jangka waktu, investasi di Bursa Efek relatif lebih lama dibanding investasi di Bursa Berjangka. Jadi, bila menginginkan return dalam waktu singkat bisa mencoba investasi pada produk berjangka komoditi.

Apa pun ladang investasi yang dipilih, pelajari produknya, pahami risikonya dan nikmati hasilnya. Dan gunakanlah jasa perusahaan profesionak, berijin dan terdaftar di otoritas bursa.

Apa Itu Bursa Berjangka? |DAX

Apa Itu Bursa Berjangka?

Bursa berjangka adalah tempat/fasilitas memperjual belikan kontrak atas sejumlah komuditi atau instrumen keuangan dengan harga tertentu yang penyerahan barangnya disepakati akan dilakukan pada saat yang akan datang. Kontrak itu dibuat antara pihak-pihak yang saling tidak tahu lawan transaksinya.

Mekanismenya dilakukan dengan pembelian kontrak yang sudah terstandardisasi berdasarkan bursa berjangka. Terjadinya kesepakatan antara pembeli dan penjual akan diikat melalui kontrak meskipun mereka saling tidak tahu siapa lawan transaksinya.

Kontrak adalah mengikat pada saat terjadinya kesepakatan antara pembeli dan penjual meskipun mereka saling tidak tahu lawan transaksinya. Tidak ada pasar sekunder untuk kontrak dalam perdagangan berjangka. Semua kontrak adalah kontrak primer dan setiap kontrak (dengan subjek kontrak tertentu) yang terjadi (dibuka) harus didaftarkan pada otoritas bursa setempat, jadi kontrak diciptakan di bursa.

Sejarah Bursa Berjangka

Walaupun praktik perdagangan berjangka telah berlangsung sejak zaman dahulu kala pada masa Yunani kuno ataupun Fenisia namun sejarah perdagangan berjangka modern dimulai pada awal abad ke 18 di Chicago Amerika. Chicago yang terletak dekat danau Great Lakes, adalah merupakan suatu pusat transportasi, distribusi dan perdagangan hasil pertanian oleh karena letak Chicago yang berdekatan dengan pusat pertanian dan peternakan dari wilayah barat Amerika Midwest.

Melimpahnya panenan dan kekurangan sediaan senantiasa mengakibatkan fluktuasi harga di pasaran. Hal inilah yang mendorong terbentuknya suatu pasar yang memungkinkan para pedagang komoditas biji-bijian (grain), pengguna bahan baku (seperti pabrik, dll), perusahaan yang bergerak di bidang agro bisnis ( misalnya untuk keperluan ekspor) untuk melakukan suatu transaksi "masa mendatang" atau "pembayaran di depan" atau yang dikenal dengan istilah kontrak serah (forward contract) untuk melindungi mereka terhadap risiko perubahan harga yang merugikan dan memungkinkan dilakukannya lindung nilai (hedge). Kontrak serah inilah yang kelak berkembang menjadi kontrak berjangka (futures contract).

Pada saat itu kontrak serah masih berbentuk sangat sederhana. Namun banyak kontrak serah yang tidak dipatuhi baik oleh pihak pembeli maupun pihak penjual.

Pada tahun 1848, Chicago Board of Trade (CBOT), dibentuklah sebuah bursa berjangka yang pertama di dunia. Perdagangan masih dalam bentuk kontrak serah dan pada tanggal 13 Maret 1851 dibuatlah kontrak serah yang pertama untuk komoditi jagung. Pada tahun 1865 diperkenalkan standardisasi kontrak serah.

Chicago Produce Exchange didirikan pada tahun 1874, yang kemudian pada tahun 1898 diubah namanya menjadi Chicago Mercantile Exchange (CME). Pada tahun 1972 dibentuklah sebuah divisi dari CME yang diberi nama "Pasar Moneter Internasional" (International Monetary Market -IMM), dengan tujuan untuk menawarkan kontrak serah dalam bentuk valuta asing yaitu: pound sterling, dollar Kanada, mark Jerman, yen Jepang, peso Meksiko, and frank Swiss.

Perbedaan Bursa Berjangka dan Bursa Saham

Kontrak perdagangan berjangka tidak diterbitkan sebagaimana dalam penerbitan saham tetapi "terbentuk" sewaktu ada pihak pembeli (disebut dengan istilah long) dan ada pihak penjual (yang disebut short) Pihak pembeli dan penjual kontrak menciptakan kontrak baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan. Kalau bukan untuk menutup posisi long sebelumnya, pasti pihak penjual akan menjadi short. Short dan long selalu berpasangan, di mana ada pihak yang memiliki posisi long, pasti ada pihak yang short. di Bursa saham, jumlah efek yang terdaftaradalah terbatas. Penjual, kecuali emiten, tidak dapat menciptakan saham itu, karena di pasar modal penjual harus memiliki atau meminjam efek, sebelum boleh menjualnya. Sedangkan pada bursa berjangka, pihak pembeli dan penjual kontrak menciptakan kontrak baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan. Kalau bukan untuk menutup posisi long sebelumnya, pasti pihak penjual akan menjadi short. Short dan long selalu berpasangan, di mana ada pihak yang memiliki posisi long, pasti ada pihak yang short.

Di pasar berjangka, investor mungkin merealisasi rugi atau laba, baik waktu membeli maupun menjual, bila transaksi pembelian ataupun penjualan itu ditutup posisinya. Baik pembeli maupun penjual mungkin tidak merealisasikan rugi atau laba kalau pembelian atau penjualan itu terus membuka posisinya. Sedangkan pada pasar modal, penjual tidak boleh short. Investor di pasar modal hanya akan mungkin merealisasi rugi atau laba pada waktu menjual saham yang dimilikinya. Kemungkinan laba hanya ada pada penjual, sedangkan pembeli hanya akan merealisasikan rugi atau labanya pada waktu menjual.

Penyelesaian Transaksi

Atas transaksi berjangka yang dilakukan maka ada 4 cara yang biasanya dilakukan untuk menyelesaiakan transaksi yang dilakukan untuk menutup posisi, yaitu:

  1. Penyelesaian transaksi secara likuidasi.
  2. Penyelesaian transaksi secara tukar menukar fisik berjangka.
  3. Penyelesaian transaksi secara penyerahan fisik aset turunan.
  4. Penyelesaian transaksi secara tunai.


(forex, Trading, Bursa berjangka, komoditi)